B. Indonesia

Pertanyaan

coba kalian carikan cerpen anak

1 Jawaban

  • Di sebuah desa dekat perbukitan, hiduplah tiga bersaudara. Mereka bernama Dira, Eila dan Fira. Rambut mereka selalu berkepang dua. Rumahnya sederhana dan mereka tinggal bersama ibunya. Sang ayah sudah meninggal dua tahun yang lalu.

    Suatu hari, Pak Izar, tetangga mereka memberitahu ketiga gadis berkepang itu bahwa di hutan dekat bukit ada seseorang yang akan membakar hutan itu. Ketiganya terhenyak kaget mendengarnya. Mereka berterima kasih kepada Pak Izar karena sudah memberitahu mereka. Mereka sepakat akan mengerjai orang-orang yang akan membakar hutan itu.
    Ketiganya segera mengambil tas masing-masing dan menyiapkan barang-barang yang akan dibawa. Pertama mereka menyiapakan air, makanan, air berisi cabai, tongkat pemukul, dan batu yang banyak. Setelah semuanya siap, mereka pamit kepada ibu bahwa mereka akan memberi pelajaran kepada orang-orang kurang ajar yang akan membakar hutan itu. Ibu setuju. Tetapi dengan syarat mereka harus hati-hati disana.

    Mereka pun melangkah menuju hutan secepatnya sebelum hutan yang rindang itu terbakar. Tidak ada 10 menit, mereka sampai. Ketiganya mengendap-endap di balik pohon. Lalu mereka meletakkan batu-batu yang dibawa di rerumputan dengan perlahan agar tidak ketahuan oleh orang-orang jahat tersebut. Jadi, saat orang-orang jahat itu berjalan mereka tersandung oleh batu yang diletakkan ketiga bocah tadi. Sekarang orang-orang itu sedang berjalan dan mereka terpeleset batu tersebut. Orang-orang jahat tersebut meringis kesakitan. Eila mengedipkan sebelah matanya ke arah Dira dan Fira.

    Ketika orang-orang tersebut tengah kesakitan, ketiga bocah itu segera keluar dari persembunyian mereka dan memarahi orang-orang itu. Tetapi bukannya pergi, justru orang-orang itu marah dan membangkang. Mereka tetap ingin membakar hutan tersebut. Karena kesabaran ketiga anak itu sudah habis, maka mereka memukul orang-orang itu dengan tongkat pemukul yang mereka bawa dari rumah. Kembali orang-orang itu meringis kesakitan.

    Ketika orang orang tersebut kesakitan, Dira, Eila dan Fira menyemburkan air cabai ke wajah orang-orang itu. Lalu orang orang itu berteriak sambil memegang mata mereka. Tak lama kemudian orang orang itu lari pontang panting dan pergi dari hutan itu. “Kalian tidak boleh kembali ke hutan ini untuk membakarnya!” kata Dira, Eila dan Fira bersamaan.
    “Ya ya! kami janji!” kata orang orang itu sambil tetap memegang kedua mata mereka.

    Akhirnya orang-orang jahat itu telah pergi. Ketiga bocah itu menghela nafas lega. Segera mereka pulang. Ketiga gadis pemberani itu menceritakan semua kejadian tadi kepada ibu. Ibu tersenyum bangga karena anak-anaknya telah menyelamatkan hutan itu.

    Esoknya di sekolah, mereka menceritakan kejadian kemarin. Ibu Guru dan teman-temannya bangga. “Anak-anak, kita harus berterima kasih kepada Dira, Eila dan Fira. Karena mereka telah menyelamatkan hutan kita.” kata Bu Guru. Teman-teman bersorak kegirangan.

    Cerpen Karangan: Princessica Olivia Kersa Putri
    Facebook: princessica putri
    Haloo.. namaku Princessica Olivia Kersa Putri. Ini adalah cerpenku yang ke 4. Semoga saja diterbitkan. YAng ingin berkenalan denganku dan ingin memberi saran, kunjungi saja fb ku Princessica Putri. Jangan lupa add aku.

    Cerpen Tiga Gadis yang Pemberani merupakan cerita pendek karangan Princessica Olivia Kersa Putri, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.


Pertanyaan Lainnya