Tuliskan ringkasa dari buku yang berjudul die waffen nieder karya bartha von suttner
IPS
jihaanfath12
Pertanyaan
Tuliskan ringkasa dari buku yang berjudul die waffen nieder karya bartha von suttner
1 Jawaban
-
1. Jawaban Bolth
Bertha von Suttner
“The half of humanity that have never bourne arms is today ready to struggle to make the
brotherhood of man a reality. Perhaps the universal sisterhood is necessary before the
universal brotherhood is possible.”
Bertha von Suttner, Speech to the Federation of Women of America, 1912
Di kalangan aktivis perdamaian nama Bertha von Suttner bukan namayang asing. Ia perempuan peraih nobel perdamaian pada tahun 1905. Selamahidupnya Bertha tidak pernah bertemu dengan ayah kandungnya. Ayahnyameninggal sebelum Bertha dilahirkan pada tanggal 9 Juni 1843. Perempuan yangkelak diusia matangnya sempat menjadi sekertaris pribadi Alfred Nobel inidilahirkan di Prague (Austria). Ia dilahirkan dengan nama lengkap Bertha SophieFelicita Kinsky. Prestasinya sebagai tokoh pejuang perdamaian membuat Berthadikenang dunia hingga saat ini.
Dari garis ayahnya, Bertha adalah kelas bangsawan yang disegani diAustria. Ayahnya pernah menjabat sebagai pimpinan militer sebelum meninggaldiusianya yang ke 75. Ibunya berasal dari kaum bangsawan kasta rendah. Di masamudanya Bertha punya minat seni yang tinggi, khususnya musik. Bertha muda bermimpi menjadi seorang penyanyi. Selain itu, semangatnya untuk menguasai banyak bahasa begitu tinggi. Kemampuannya menguasai banyak bahasa kelakmengantarkan dirinya bertemu Alfred Nobel di tahun 1876. Sejak muda Berthakarakternya belajar otodidak, dia banyak mempelajari karya-karya utama sastradunia dan buku-buku akademis.Hidup kerap kali tak selalu berjalan seperti yang diimpikan. Bertha gagalmenggapai impiannya sebagai seorang penyanyi. Warisan ayahnya telah habis.Ibunya yang semakin tua tak lagi sanggup membiayai impiannya. Keadaanekonomi yang terus tidak menentu, usia ibunya yang tak lagi produktif, mendesakBertha untuk turut serta menyokong perekonomian keluarganya. Ia kemudianmemutuskan menjadi guru privat. Bertha menjadi guru privat bagi anak-anakkeluarga Suttner di Vienna, disinilah dia bertemu dengan Baron Carl von Suttneryang kelak menjadi suaminya.
Keterjepitan ekonomi selalu saja menjadi titik kisar yang cukup dramatismengubah alur hidup dan harapan seseorang. Pada tahun 1876, ketika usia Alfred Nobel 43 tahun, membutuhkan sekertaris pribadi. Alferd kemudian memasangiklan di surat kabar. Iklan yang dipasang oleh Alferd dibaca oleh Bertha, ialayangkan surat lamaran, Bertha diterima diantara banyak pelamar yang lain. Saatitu kondisi ekonomi Bertha tak cukup menggembirakan. Perlu diketahui, Alferd Nobel adalah seorang industrialis penemu dinamit