B. Arab

Pertanyaan

Kandungan surat at taubah ayat 60

2 Jawaban

  • Untuk korelasi atau penghubung surat At-Taubah ayat 60 menyatakan bahwa hanya menerangkan cara-cara pendistribusian zakat dan kepada siapa saja zakat itu diberikan; tidak menunjukan kepada keharusan adanya pemerataan pembagian. Adapun Hadis Ziad bin Al-Harts yang dipegangi pendukung pendapat pertama dinyatakan dha’if(lemah) oleh pendukung pendapat kedua. Alasan lain yang dipertahankan kelompok kesua ialah firman Allah SWT:

                            

    Artinya: Jika kamu menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqarah, 2:271)

    Yang dimaksud dengan sedekah pada ayat diatas, demikian kata mereka, adalah sedekah dalam artian umum, apakah itu sedekah wajib maupun sedekah sunnah. Dan ini, masih kata mereka, sejalan dengan hadits shahih yang menyatakan:

    “Aku diperintah (Allah) supaya memungut sedekah dari kalangan orang-orang kaya untuk kemudian aku serahkan kepada orang-orang fakir dari kalangan mereka. 

  • Orang-orang Yahudi memang telah meninggalkan ajaran tauhid dalam akidah ketika mereka mengatakan bahwa 'Uzayr(1) adalah anak Allah. Begitu juga orang-orang Nasrani, mereka telah meninggalkan ajaran tauhid dengan mengatakan bahwa Al-Masîh ('Isâ putra Maryam) adalah anak Allah. Perkataan mereka ini adalah buatan mereka sendiri. Mereka mengulang-ulang perkataan itu melalui mulut mereka, sedangkan tidak ada kitab suci atau seoraang rasul pun yang mengatakan hal itu dan tidak ada hujjah dan bukti yang membenarkan ucapan itu. Mereka menirukan perkataan orang-orang musyrik sebelum mereka. Allah mengutuk dan menghancurkan orang-orang kafir itu. Sungguh mengherankan, bagaimana mereka sampai tersesat dari kebenaran dan condong kepada kebatilan,padahal kebenaran itu sudah sangat jelas. (1) 'Uzayr adalah 'Azrâ sang pendeta (kâhin) dari keturunan Hârûn. Dia keluar dari Babilonia pada saat orang-orang Yahudi kembali untuk yang kedua kalinya, seribu tahun setelah Rasulullah Mûsâ, wafat. 'Azrâ juga dijuluki sebagai penulis, karena dia menulis syariat Mûsâ. Catatan: 'Azrâ keluar bersama orang-orang Yahudi ke Yerusalem pada tahun 456 S. M., yaitu satu tahun sebelum pemerintahan Arichista, Raja Persia, jauh setelah hancurnya Yerusalem dan pembakaran Bayt al-Maqdis dan penghancurannya.

Pertanyaan Lainnya