IPS

Pertanyaan

apakah tujuan aspek dalam perusahaan???

1 Jawaban

  • .         Aspek-aspek Studi Kelayakan[1]

    Untuk melakukan studi kelayakan, terlebih dahulu harus ditentukan aspek-aspek apa yang akan dipelajari. Walaupun belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti, tetapi umumnya penelitian akan dilakukan terhadap aspek-aspek pasar, teknis, keuangan, hukum, dan ekonomi negara. Tergantung pada besar kecilnya dana yang tertanam dalam investasi tersebut, maka terkadang juga ditambah studi tentang dampak sosial.

    1.    Aspek pasar dan pemasaran mencoba mempelajari tentang:

    a.       Permintaan, baik secara total ataupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai. Disini juga perlu diperkirakan tentang proyeksi permintaan tersebut.

    b.      Supply, baik yang berasal dari dalam negeri maupun juga yang berasal dari impor. Bagaimana perkembangannya di masa lalu, dan bagaimana perkiraan di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi supply ini, seperti jenis barang yang bisa menyaingi, perlindungan dari pemerintah dan sebagainya, perlu pula diperhatikan.

    c.       Harga, dilakukan perbandingan dengan barang-barang impor, produksi dalam negeri lainnya. Apakah ada kecenderungan perubahan harga, dan kalau ya, bagaimana polanya.

    d.      Program pemasaran, mencakup strategi pemasaran yang akan dipergunakan, marketing mix. Identifikasi siklus kehidupan produk, pada tahap apa produk yang akan dibuat.

    e.       Perkiraan penjualan yang bisa dicapai perusahaan, market share yang bisa dikuasai perusahaan.

    2.    Aspek teknis dan produksi, menyangkut berbagai pertanyaan penting tentang:

    a.       Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan.

    b.      Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal.

    Apakah luas produksi ini akan meminimumkan biaya produksi rata-rata ataukah akan memaksimumkan laba, jadi mempertimbangkan secara simultan faktor permintaan.

    Bagaimana fasilitas untuk ekspansi nantinya, tentang lokasi, luas tanah, pengaturan fasilitas produksi dan sebagainya.

    c.       Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat.

    Umumnya terdapat beberapa alternatif proses produksi untuk menghasilkan produk yang sama. Sebagai contoh, semen bisa dibuat dengan proses basah, ataupun proses kering. Contoh lainnya, soda bisa dibuat dengan metode elektrolisis atau metode kimia.

    d.      Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat.

    Faktor yang diperhatikan adalah tentang umur ekonomis dan fasilitas pelayanan kalau terjadi kerusakan mesin-mesin tersebut.

    e.       Apakah perlengkapan-perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan.

    Faktor-faktor seperti material handling, supplybahan pembantu, kontrol kualitas dan sebagainya perlu diperhatikan pula

    f.       Apakah telah disiapkan tentang kemungkinan penanganan terhadap limbah produksi.

    g.      Apakah tata letak yang diusulkan dari fasilitas produksi cukup baik.

    h.      Bagaimana dengan pemilihan lokasi dan site produksi.

    i.        Apakah jadwal kerja telah dibuat dengan cukup realistis.

    j.        Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima dari pandangan sosial.

    Dalam pemilihan teknologi yang akan dipergunakan sebaiknya tidak dipergunakan teknologi yang sudah usang, atau teknologi yang masih dicoba-coba. Yang pertama akan mengakibatkan perusahaan nantinya sulit untuk bersaing, sedangkan yang kedua bisa mengakibatkan kesulitan dalam perawatan fasilitas.

    3.    Aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting seperti:

    a.       Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap maupun untuk modal kerja.

    b.      Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan. Seberapa banyak dana yang berupa modal sendiri dan berapa banyak yang berupa pinjaman jangka pendek, dan berapa yang jangka panjang.

    c.       Taksiran penghasilan, biaya dan rugi atau laba pada berbagai tingkat operasi. Termasuk disini estimasi tentang break even point tersebut.

    d.      Manfaat dan biaya dalam artian finansial seperti rate of return investment, net present value, internal rate of return, profitability index, dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek, risiko dalam artian total, atau kalau mungkin yang hanya sistematis.

    e.       Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi sumber dan penggunaan dan dana.

    4.    Aspek manajemen perlu dipelajari tentang:

    a.       Manajemen dalam masa pembangunan proyek:

    1)      Siapa pelaksana proyek tersebut.

    2)      Bagaimana jadwal penyelesaian proyek tersebut.

    3)      Siapa yang melakukan studi masing-masing aspek; pemasaran, teknis, dan lain sebagainya.

    b.      Manajemen dalam operasi:

    1)      Bentuk organisasi dan badan usaha yang dipilih.

    2)      Struktur organisasi, deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan.

    3)      Anggota direksi dan tenaga-tenaga kunci.

    4)      Jumlah tenaga kerja yang akan dipergunakan.

    5.    Aspek hukum mempelajari tentang:

    a.       Bentuk badan usaha yang akan dipergunakan.

    b.      Jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan sumber dan yang berupa pinjaman.



Pertanyaan Lainnya