B. Indonesia

Pertanyaan

arti dari cerita hikayat anggun cik tunggal dalam bahasa indonesia

1 Jawaban

  • Analisis Unsur Intrinsik "HIKAYAT Anggun cik Tunggal"


     

    ~ Tema :

    Petualangan dan kisah cinta antara Anggun Nan Tongga dan kekasihnya Gondan Gondoriah.


     

    ~ Alur : Maju

    Tahap Perkenalan

    " Di jorong Kampung Dalam, Pariaman hiduplah seorang pemuda bernama Anggun Nan Tongga, yang juga dipanggil Magek Jabang dan bergelar Magek Durahman. "


    Tahap Penampilan Masalah

    " Pada suatu hari terdengar kabar bahwa di Sungai Garinggiang Nangkodoh Baha membuka gelanggang untuk mencari suami bagi adiknya, Intan Korong. Nan Tongga minta izin pada Mandeh Suto Suri untuk ikut serta. Pada awalnya Mandeh Suto Suri tidak setuju, karena Nan Tongga sudah bertunangan dengan Gondan Gondoriah, namun akhirnya ia mengalah. "


    Tahap Masalah Memuncak

    " Nan Tongga bertekad untuk merantau mencari mamak-mamaknya: Mangkudun Sati, Nangkodoh Rajo dan Katik Intan. Sebelum pergi ia minta izin pada Mandeh Suto Suri dan tunangannya Puti Gondan Gondoriah. "


    Tahap Klimaks

    " Nan Tongga berangkat berlayar dengan kapal bernama Dandang Panjang, ditemani pembantu setianya Bujang Salamat. Nakhodanya bernama Malin Cik Ameh. Setelah berlayar beberapa lama akhirnya mereka sampai di pulau Binuang Sati. Nan Tongga menyuruh kapal berlabuh di sana. Utusan Palimo Bajau, raja Pulau Binuang Sati, datang untuk mengusir Nan Tongga, namun ia menolak. Dalam pertempuran yang pecah kemudian Bujang Salamat berhasil membunuh Palimo Bajau. Pulau Binuang Sati pun takluk. "


    Tahap Ketegangan Menurun

    " Nan Tongga menemukan salah seorang mamaknya, Nangkodoh Rajo, dikurung dalam kandang babi. "


    Tahap Penyelesaian

    " Nan Tongga dan Gondan Gondoriah menemukan Bujang Selamat sendiri yang berkata bahwa Nan Tongga, Gondan Gondoriah, dan Tuanku Haji Mudo sudah naik ke langit. "


     

    ~ Latar :

    Latar Tempat

    Di atas kapal Dendang Panjang.

    Di atas kapal Seludang Mayang.

    Di pelabuhan.

    Negeri Tiku Benua.

    Negeri Bandan. 


    Latar Waktu

    Tiga hari tiga malam. Tempoh masa ini diambil oleh Seludang Mayang untuk belayar balik ke negeri Tiku Benua.



    Latar Sosial

    Latar masyarakatnya mementingkan budi bahasa.

    Sebagai contoh, Bujang Selamat bertanyakan pemilik lancang kuning mengapa berlabuh secara bertentangan dengan kapal Dendang Panjang.


    Latar masyarakat yang memiliki keberanian.

    Si Kembang Cina berani menjawab panggilan Bujang Selamat walaupun dia seorang wanita.


    Latar masyarakatnya yang terlalu mudah dicabar.

    Raja Anggun Cik Tunggal mudah tercabar apabila Si Kembang Cina sambil bercekak pinggang berani menjawab pertanyaan Bujang Selamat.


    Latar masyarakatnya yang pandai memujuk.

    Raja Anggun Cik Tunggal memujuk Tuan Puteri Gondan Gandariah yang jauh hati selepas kejadian tembak-menembak. Baginda berupaya meyakinkan Tuan Puteri Agar tidak meragukan kasih sayangnya.


    Latar masyarakatnya yang kurang usul periksa.

    Hal ini ditunjukkan oleh sikap Raja Anggun Cik Tunggal yang terus saja menyerang Seludang Mayang dengan tidak usul periksa apakah niat dan tujuannya berlabuh di hadapan Dendang Panjang miliknya.


    Latar masyarakat yang tidak mau mengalah.

    Hal ini berlaku kepada Raja Anggun Cik Tunggal yang langsung tidak mau mengalah dalam peristiwa tembak-menembak walaupun dengan tunangannya sendiri.


Pertanyaan Lainnya