Jelaskan secara singkat tentang politik poros presiden soekarno yang dilaksanakan sebelum pemberontakan G 30 S/PKI!
Sejarah
Iphung
Pertanyaan
Jelaskan secara singkat tentang politik poros presiden soekarno yang dilaksanakan sebelum pemberontakan G 30 S/PKI!
1 Jawaban
-
1. Jawaban santimarcellaa
Sikap Soekarno Menjelang Gerakan G30S/PKI
Yang pertama adalah sikap Bung Karno pada Persiapan Konfrensi Asia Afrika di Aljazair. Sikap itu diucapkan beberapa waktu sebelum diselenggarakan Konferensi Asia Afrika Bulan Juni 1965 di Aljazair yang menyatakan,”Saudara-saudara, sebagaimana pernah kukatakan beberapa hari lalu di hadapan para Panglima, MEREKA PUNYA RENCANA ITU … Sedapat mungkin sebelum Aljazair; Soekarno, Yani, Soebandrio Cs dibunuh! Kalau tidak bisa sesudah Aljazair, ini akan diadakan limited attack. Limited itu artinya terbatas, bukan kecil kecilan, tetapi yang terbatas. Bukan hantam seluruhnya, tetapi ya hanya sebagian, limited! Attack artinya gempuran. Sesudah Aljazair nanti direncanakan, diadakan limited attack. Tentu sedikit kacau, pikir mereka. Dalam kekacauan itu, antek-antek imperialis akan bertindak dan menggulingkan Soekarno, Subandrio, dan Yani Cs.”
Sikap dan penjelasan Bung Karno di atas, menurut beberapa kalangan yang mengerti sejarah dan pakar komunikasi politik, merupakan sikap yang sudah tergoda oleh hasutan PKI. Yang bermaksud ingin memutuskan hubungan baik dengan TNI, Kamulflasi yang dilakukan adalah menyertakan nama Jenderal Ahmad Yani dalam pernyataannya. memiliki dua tafsiran. Yaitu agar tidak terlihat terpisah dari gerakan yang akan dilaksanakan, atau sebagai penegasan, atau kode tanda restu (ini kita serahkan kepada mereka yang mengkorelasikan sejarah).
Yang kedua adalah komentar dan sikap Bung Karno tentang AIDIT. Komentar Bung Karno kepada Oei Tjoe Tat Ketika oei melaporkan kepada Bung Karno perihal Aidit yang mendesak Presiden untuk membentuk kabinet berporoskan NASAKOM (Dikutip dari Memoar Oei Tjoe Tat halaman 134). ”Idea man is brilliant, tapi kurang matang, Naiknya terlalu cepat. Political wisdom-nya kurang! Het stijgt zo’n beetje naar zijn hoofd. I heb het te zeggen en zeker niet hij.”
Keterangan kalimat di atas, Idea man is brilliant = Ide orang itu cemerlang. Political wisdom = Kurang Bijaksana. Het stijgt zo’n beetje naar zijn hoofd = Sedikit besar kepala. Sedangkan makna I heb het te zeggen en zeker niet hij =akulah yang menyusun kabinet, bukan dia.
Dalam hal ini, komunikasi politik Soekarno demikian lugas dan jelas, menggambarkan akan kedekatan Soekarno sebagai pemimpin pemerintahan yang dekat dengan komunisme dan PKI.
Yang ketiga adalah sikap Bung Karno pada Peringatan HUT RI ke-20. Amanat Bapak Soekarno pada peringatan HUT ke-20 RI, atau masa menjelang peristiwa Pemberontakan G30S/PKI. Presiden Soekarno sempat menyampaikan Pidato yang sangat menyinggung perasaan dan jiwa corps TNI, terutama TNI AD pada peringatan ke-20 HUT RI, pada 17 Agustus 1945 yang menyeru dengan nada setengah mengancam, ”Sekalipun Engkau Jenderasl Petak pejuang tahun 1945. Kalau engkau tidak mendukung kebijakanaan dan memecah persatuan Revolusioner dan mengacaukan program FRONT NASAKOM, dan memusuhi SOKO GURU REVOLUSI ……..)”
Yang keempat adalah pertemuan Gubernur seluruh Indonesia. Yang berikutnya pada tanggal 13 Desember 1965, dalam acara pembukaan Konferensi Gubernur TKI seluruh Indonesia mengatakan, ”Kita ini adalah anak anak yang harus setia pada induknya, sebab kalau anak anak itu tidak setia, maka akan dimakan oleh induknya sendiri.”
Yang kelima adalah kemarahan Soekarno kepada Jenderal Achmad Yani. Peristiwa itu terjadi pada saat ada latihan TNI yang mengumpamakan Musuh Dari Utara. Soekarno langsung marah kepada Letnan Jenderal Achmad Yani! Apalagi, Jenderal Achmad Yani juga mengingatkan tentang bahaya komunis. Tak pelak, saat itu, Achmad Yani langsung disentak oleh Presiden Soekarno.
”Kamu jangan komunisto Poby, Lihat Mereka ! Mereka mengahargai saya! Mereka menyanjung saya! Dan Mereka pula yang membantu saya!” begitulah dampratan Soekarno kepada Jenderal Ahmad Yani.
Ketika mengalami kenyataan tersebut, Jenderal Achmad Yani hanya bisa menahan diri. Terlebih, saat itu, beliau menyusun latihan militer dengan anggapan, musuh dari Utara yang dimaksud adalah China. Sehingga, Presiden Soekarno langsung marah besar.
Yang keenam adalah cuplikan Pidato Bung Karno di Senayan pada 30 September 1965.
Pidato tersebut berlangsung di Istora Senayan Jakarta yang dikemas dalam pertemuan Musyawarah Besar Teknisi Indonesia, dan dilaksanakan pada malam hari. Kira-kira, beberapa jam sebelum Letkol Untung memulai Gerakan G30S/PKI.
Semoga membantu :)