Dapatkah indikator kubis ungu digunakan sebagai indikator tunggal? mengapa?
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban diahviolin
Kelas: XI
Mata pelajaran: Kimia
Materi: indikator asam dan basa
Kata Kunci: indikator kubis ungu
Jawaban pendek:
indikator kubis ungu digunakan sebagai indikator tunggal untuk mengetahui tingkat asam dan basa suatu larutan. Hal ini karena kubis ungu dapat mengalami perubahan warna yang jelas dan dapat membedakan apakah suatu larutan tersebut asam, basa atau netral
Jawaban panjang:
Kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator tingkat asam dan basa suatu larutan, atau indikator pH. Hal ini karena kubis ungu memiliki kandungan pigmern antosianin (anthocyanin) yang mengalami perubahan warna tergantung dari tingkat asam dan basa larutan.
Pada tingkat keasaman netral (pH larutan = 7), pigmen antosianin ini akan berwarna ungu, pada larutan asam (pH larutan < 7), pigmen antosianin ini akan berwarna pink, merah atau magenta, sementara pada larutan basa (pH larutan > 7), pigmen antosianin ini akan berwarna biru, hijau, dan kekuningan.
Semakin merah perubahan warna, maka semakin besar keasaman, demikian pula, semakin kuning maka semakin basa larutan.
Untuk membuat indikator asam dan basa dari kubis ungu, daun kubis ungu ini dipotong-potong hingga kecil, lalu direbus dalam gelas baker selama sekitar 10 menit. Hasil perebusan kemudian disaring untuk menghilangkan sisa daun, dan menghasilkan pigmen antosianin. Pigmen yang keluar kemudian dapat dimasukkan ke larutan yang akan diketahui tingkat keasaman atau basanya. Misalnya, bila pigmen kubis ungu ini dimasukkan ke sabun, yang bersifat basa atau cuka yang bersifat asam.