IPS

Pertanyaan

pemberontakan piagam perjuangan rakyat semesta yang dipimpin letko.l ventje sumual yang menjadi permasalahannya adalah?

1 Jawaban

  • Awal Pegerakan

    Pada tanggal 2 Maret 1957 di Makassar, Letkol.Ventje Sumual memproklamirkan berdirinya Piagam Perjuangan Semesta. Gerakan ini meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia Timur serta mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Indonesia Timur. Ketika itu keadaan Indonesia sangat bahaya dan hampir seluruh pemerintahan di daerah diambil oleh militer. Selain itu mereka juga membekukan segala aktivitas Partai Komunis Indonesia, serta menangkap kader-kader PKI. Keadaan semakin genting tatkala diadakan rapat di gedung Universitas Permesta yang membicarakan pemutusan hubungan dengan pemerintah pusat.

    Pada pukul 07.00 diadakan pertemuan di ruang rapat gedung Universitas Permesta di Sario, Manado, dengan tokoh-tokoh politik, masyarakat, dan cendekiawan. Saat itu, Kapten Wim Najoan, Panglima Komando Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah, memberikan gambaran tentang perkembangan di Sumatera dan putusan agar dibentuknya PRRI. Selanjutnya ia memberikan sebuah pernyataan, "Permesta di Sulutteng menyatakan solidaritas dan sepenuhnya mendukung pernyataan PRRI. Oleh sebab itu, mulai saat ini juga Permesta memutuskan hubungan dengan Pemerintah Republik Iindonesia, Kabinet Djuanda."

    Seketika pula para peserta rapat berdiri dan menyambutnya dengan pekik, "Hidup PRRI! Hidup Permesta! Hidup Somba!" Setelah itu rapat diskors 30 menit untuk menyusun teks pemutusan hubungan dengan pusat oleh tiga orang: Mayor Eddy Gagola, Kapten Wim Najoan, dan kawan-kawan. Setelah selesai menyusun teks pemutusan hubungan degan PemerintahPusat, rapat dilanjutkan dan teks tersebut dibacakan kepada para hadirin. Respon peserta rapat sangat antusias, dengan ramai mereka mendengungkan pekik, "Hidup Permesta! Hidup PRRI! Hidup Somba-Sumual!" Setelah itu Mayor Dolf Runturambi bertanya kepada hadirin, "Bagaimana, saudara-saudara setuju?" Serentak menjawab, "Setuju! Setuju!"

    Kembali suasana yang sangat ramai dari para hadirin. Setelah rapat tersebut, Kolonel D. J. Somba selaku pimpinan Kodam Sulawesi Utara dan Tengah mengadakan rapat di Lapangan Sario, Manado. Ia membacakan teks pemutusan hubungan dangan Pemerintah Pusat yang isinya: "Rakyat Sulawesi Utara dan Tengah termasuk militer, solider pada keputusan PRRI dan memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI."

    Hari itu juga Pemerintah Pusat kemudian mengumumkan pemecatan dengan tidak hormat atas Letkol H.N. Ventje Sumual, Mayor D.J. Somba, dan kawan-kawannya, dari Angkatan Darat. Saat itu pula para pelajar, mahasiswa, pemuda, dan ex-KNILmendaftarkan diri untuk menjadi pasukan dalam Angkatan Perang Permesta. Bagi mereka yang telah mendaftar, langsung diberi latihan di Mapanget. Dalam hal ini pula keterlibatan Amerika Serikat benar-benar terlihat, dengan mendatangkan penasehat militernya.serta memberikan sejumlah bantuan berupa amunisi, mitraliur anti pesawat terbang, juga bantuan untuk memperkuat Angkatan Perang Revolusioner (AUREV).

    Amerika Serikat juga mendatangkan sejumlah pesawat terbang, antara lain: pesawat pengangkut DC-3 Dakota, pesawatpemburu P-51 Mustang, Beachcraft, Consolidated PBY Catalina, dan pembom B-26 Invader. Di sisi lain juga Permesta membentuk suatu badan dan satuan kepolisian yaitu, pertama, Polisi Revolusioner. Kedua, Pasukan Wanita Permesta (PWP), dan ketiga Permesta Yard, yaitu sebuah badan intelejen.

    Selain dari Amerika Serikat, Permesta juga mendapat bantuan dan dukungan dari sekutu pro Barat, seperti Taiwan, Korea Selatan, Filipina, serta Jepang. Dengan dukungan yang begitu besar, Permesta tidak pernah kehabisan perbekalan ketika bertempur. Sejumlah besar anggota Komando Pemuda Permesta wilayah Sulawesi Utara dan Tengah dengan sukarela mendaftarkan diri menjadi anggota pasukan Permesta Komando Pemuda Permesta. Sebelumnya tugas mereka adalah untuk membantu pemerintah daerah guna mengerahkan tenaga dan dana untuk melancarkan pembangunan di daerah-daerah.


    .



Pertanyaan Lainnya