Jelaskan teori tiongkok tentang islam menurut pendapat Slamet mulyana
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban diahviolin
Kelas: IX
Mata Pelajaran: Sejarah
Materi: Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara
Kata Kunci: Slamet Muljana, Teori Tiongkok, Laksamana Cheng Ho, Wali Songo
Jawaban pendek:
Teori Tiongkong adalah teori yang dikemukakan oleh sejarawan Slamet Muljana dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa (1968), yang menyatakan bahwa Walisongo adalah keturunan Tionghoa Indonesia, dan bahwa penyebaran Islam di Indonesia tak lepas dari peran para saudagar Tiongkok.
Jawaban panjang:
Islam sudah ada di Indonesia sejak awal sekali, bahkan pada tahun 1267 sudah berdiri kerajaan Islam di Nusantara, yaitu kerajaan Samudera Pasai, dan di Jawa telah ditemukan nisan seorang beragama Islam, atas nama Fatimah binti Maimun bertanggal tahun 1082.
Namun selama ratusan tahun, Islam tidak bisa menyebar, dan hanya terbatas dipeluk di kota-kota pelabuhan saja. Baru pada tahun 1400-an, Islam berkembang secara pesat dan mulai banyak didirikan kerajaan-kerajaan Islam.
Fenomena ini mengundang banyak penelitian dan beberapa sejarawan mengemukakan toeri yang menjelaskan bagaimana akhirnya Islam bisa menyebar di Nusantara. Salah satu teori ini adalah “Teori Tiongkok” yang dikemukakan Slamet Muljana.
Teori ini berpendapat bahwa persebaran Islam tak lepas dari peranan saudagar Tiongkok yang saat itu banyak yang beragama Islam. Tak kalah penting adalah kunjungan dari Laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang laksamana Dinasti Ming yang beragama Isla, dan diiringi oleh banyak pengiring yang juga beragama Islam.
Teori ini juga berpendapat bahwa Wali Songo merupakan para keturunan saudagar Tionghoa. Teori ini berlawanan dengan pandangan umum bahwa Wali Songo adalah keturunan orang Arab atau Asia Tengah. Karena kontroversi ini, buku Slamet Muljana dilarang di masa pemerintahan Suharto.